Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 01 Maret 2009

TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

A.     Pandangan Behavioristik dan Konstruktivistik tentang belajar:
 
BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK
Behavioristik memandang. Bahwa pengetahuan adalah obyektif, pasti dan tetap, tidak berubah. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi
Konstruktivistik memandang bahwa pengetahuan adalah non obtektif bersifat temporer, selalu berubah-ubah tidak menentu
Belajar adalah perolehan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar
Belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman kongkrit, aktifitas kolaborasi, dan refleksi serta interprestasi. Sedangkan mengajar meneta lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali dan menghargai ketidakmenentuan
Si belajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang di ajarkan. Artinya apa yang dipahami oleh pengajar itulah yang harus dipahami oleh si belajar
Si belaja akan memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya. Dan perspektif yang dipakai dalam mengintrospeksikannya
 
B.Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang tujuan pembelajaran:
 
BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK

Tujuan pembelajaran ditentukan pada penambahan pengetahuan
Tujuan pembelajaran ditentukan pada belajar tentang bagaimana belajar
 
C. Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang strategi pembelajaran:
 
BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK

Penyajian isi menekankan pada keterampilan yang terisolasi dan terakumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan
Penyajian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti urutan dari keseluruhan ke bagian
Pembelajarasn mengikuti urutan kurikulum secara ketat
Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni atau melayani pertanyaan dan pandangan si belajar
Aktifitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks dan penekanan pada keterampilan
Aktifitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis
Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil
Pembelajaran menekankan pada proses

D. Pandangan Behavioristik dan konstruktifistik tentang evaluasi:
 
BEHAVIORISTIK
KONSTRUKTIVISTIK

Evaluasi menekankan pada respon pasif. Keterampilan secara terpisah dan biasanya menggunakan “ paper dan pencil test”
Evaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi, dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata
Evaluasi yang menuntut jawaban benar menunjukkan bahwa si belajar telah menyelesaikan tugas belajar
Evaluasi yang menggali berpikis secara divergen, pemecahan ganda, bukan hanya jawaban benar
Evaluasi belajar dipandang sebagai bagian terpisah dari kegiatan pembelajaran dan biasanya dilakukan setelah kegiatan belajardengan penekanan pada evaluasi individu
Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut aktifitas belajar bermakna serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata. Evaluasi akan menekankan pada keterampilan dan proses dalam kelompok
 
E.Teori belajar klasik
Teori belajar klasik didasarkan pada pemikiran para filosifis yang bersifat subyebtif:

1.Teori disiplin mental / psikologi fakultas / psikologi unsur
Belajar melalui instropeksi otak mns terdiri atas bagian-bagian yang memiliki tugas berbeda (Berpikir, meraba, fantasi, perasaan, kehendak) jiwa mns terdiri dari unsur-unsur tertentu dan unsur-unsur tersebut  disebut dengan daya-daya jiwa. Orang akan dapat belajar jika mentalnya dilatih dengan keras terutama daya nalarnya dan selanjutnya belajar identik dengan mengasah otak

2.Teori Humanisme klasik / Naturalisme
Teori Humanisme klasik menurut Maslow sedangkan Naturalisme menurut J.J. Rosseou dan Pestalzzi.
–   Ia mengumpilkan Boigrafi orang-orang terkenel dari berbagai didang
–   Semua orang yang normal berpotensi menjadi orang yang hebat
–   Manusia sebagai satu kepribadian yang utuh, jiwa manusia ada tiga aspek yaitu Afektif, Kognitif dan Spikomotor
–   Naturalisme oleh J.J.Rosseou mengatakan bahwa anak pada waktu lahir adalah baik, jika anak rusak itu akibat pengaruh lingkungan. Karena pada waktu itu moral manusia pada level yang terpuruk
–   Belajar adalah Membiarkan anak tumbuh dan berkembang dengan sendirinya secara alamiah dan jangan diapa apakan.
–  Freedom to learn artinya adalah “biarlah anak belajar dengan bebas karena orang dapat mengaktualisasikan dirinya secara penuh jika orang tersebut tidak diganggu

3.Teori Apersepsi dan teori Tabularasa / Impirisme
–  Otak manusia seperti wadah yang siap mengkopi (Diisi) dengan apa saja dan pengetahuan yang telah masuk tersebut disebut Apersepsi
–  Teori tabularasa / Empirisme oleh Jhon Lock “ Anak bagaikan kertas kosong
 
 
Teori Belajar Klasik didasarkan pada pemikiran para filosofis dan bersifat subjektif.
 
1.Teori disiplin mental / psikologi fakultas / psikologi unsur.
Belajar melalui introspeksi, otak manusia terdiri atas bagian-bagian yang memiliki tugas berbeda (berfikir, meraba, fantasi, perasaan, kehendak) jiwa manusia terdiri dari unsur-unsur tertentu, dan unsur-unsur tersebut disebut dengan daya-daya jiwa.
Orang akan dapat belajar jika mentalnya dilatih dengan keras terutama daya nalar dan selanjutnya belajar belajar identik dengan mengasah otak.
Pandangan klasik : Orang pintar adalah orang yang menguasai ilmu pasti (logis matematik dan logis bahasa).
 
2.Teori humanisme klasik / Naturalisme (JJ Rousseau, Pestalozzi)
Maslow
Ia mengumpulkan biografi orang-orang terkenal dari berbagai bidang. Semua orang yang normal berpotensi untuk menjadi orang hebat.
Manusia sebagai satu kepribadian yang utuh jiwa manusia ada tiga aspek, antara lain : Afeksi, Kognitif, Psikomotor.
Naturalisme Rousseau : Anak pada waktu dilahirkan adalah baik, jika anak itu menjadi rusak itu karena pengaruh dari lingkungan disekitar anak tersebut. Karena pada masa itu moral manusia pada level yang terpuruk.
Belajar : Biarlah anak tumbuh kembang secara alamiah, jangan diapa-apakan, freedom to learn : biarlah anak belajar dengan bebas karena orang dapat mengaktualisasi dirinya jika orang tersebut tidak diganggu.
 
3.Teori Apersepsi dan teori Tabularasa / Empirisme
Otak manusia seperti wadah yang siap mengkopi (diisi) apa saja. Sesuatu apapun yang telah masuk kedalam pikiran manusia disebut Apersepsi.
 
     Teori Tabularasa / Empirisme oleh John Locke
Anak bagaikan kertas kosong yang siap ditulis oleh pendidik dan lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap anak itu nantinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar